Tukangterawang - kembali bercuit ria menantikan detik-detik demonstrasi Jumat 25 November. Entah apalagi yang diinginkan para pendemo padahal keinginannya sudah diwujudkan bahwa Ir. Basuki Tjahaja Purnama dijadikan tersangka oleh mabes POLRI.
![]() |
| Aksi Bela Islam |
Time has running so fast when deadline Day 25 November had already on face. Many analyst predict something will happen tomorrow. Some organizations said it would still hold a demonstration. Even Basuki Tjahaja Purnama had already being suspect by Indonesian Police.
Entah apalagi yang diinginkan pendemo jika besok jadi melakukan demonstrasi. Reaksi Kapolri dan Panglima TNI menjadi gambaran bahwa pihak-pihak yang ingin melakukan aksi makar akan ditindak tegas.
React from Chief of Police and Indonesian Military Commander that announce affirmation action if demonstration Finally Riot and tend to kudeta is not just hogwash.
Reaksi Kapolri dan Panglima TNI yang mengumumkan akan menindak tegas demonstrasi jika berakhir ricuh dan cenderung kudeta bukanlah sekedar omong kosong.
Islamic Cleric Council had also announce that they would not involved for that action. The MUI statement can be reduce the legitimation of demonstration. Unlike 4 November, TNI and Indonesian Police had been one voice where demonstration finally chaos they have legitimation to take decision that need. Cause the pure demonstration had been take pride in after 4 November.
Pengumuman Majelis Ulama Indonesia juga telah menyatakan tidak akan terlibat pada aksi itu. Dan ini mengurangi legitimasi demonstrasi yang akan dilakukan besok dan 2 Desember nanti .Sehingga apabila berakhir ricuh aparat penegak hukum akan dengan mudahnya menindak.
After MUI attract their supporting for 25 November and 2 December Now remaining Weird Protestor.
Kita hara para demonstran dapat lebih bijak dalam menyikapi demonstrasi keesokan hari.

