Muridku yang bernama saPeI

Penyebab Tauran di Indonesia
Ilustrasi Tauran
Tukangterawang - Letih berbicara politik tukangterawang mengalihkan perhatiannya yang tersita untuk cuap-cuap tak jelas tentang perkembangan dunia politik di dunia gaib, pagi itu tukangterawang pun berselancar di dunia maya. Namun ketika membuka email tukangterawang mendapati email berisi curhat seorang klien terkait masalah di sekolahnya, berikut tuturan sang guru pada tukangterawang:

Salam hormat saya untuk tukangterawang

Teman mengajar di sekolah Negeri, 1 dari 201 Sekolah Negeri terkemuka di negara entah berantah. Meski  bukan sekolah terbaik tapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolah negeri kami. Yang jadi masalah selama ini adalah keberadaan seorang murid yang terkenal nakal dan kerap bikin onar. Anaknya cukup cerdas dan dan aktif lahir dari lingkungan keluarga yang cukup dihormati karena dikenal sangat religius oleh banyak orang. Sayangnya si Sapei kerap bikin onar dan melakukan hal-hal yang melanggar tata tertib sekolah.

Pada saat upacara Sapei seringkali bolos, ketika ditanyakan kenapa tak mau hormat bendera dia bilang itu dilarang orangtuanya. Tak sampai disitu remaja yang biasa dipanggil "Pe'i" ini juga berani mengolok-olok Pancasila meskipun itu dalam pelajaran PPKN.

Beberapakali pihak sekolah ingin mengeluarkannya tapi entah kenapa meski sudah ada demo dari orang tua yang mengeluhkan kelakuannya tetap saja tidak ada yang bisa mengeluarkannya dari sekolah tersebut. Tak kurang dari petugas keamanan mbak Tini dan bang Poltak ditugaskan untuk bertindak tegas tapi anehnya si Pe'i selalu lolos. Mbak Tini dan Bang Poltak pun mengeluarkan pernyataan bahwa Pe'i anak yang baik.

Siapakah remaja bernama Pe'i itu sebenarnya? rumor mengatakan bahwa Pe'i itu tangan kanannya Mama Rika, pedagang kaya yang punya lapak di sekolah negeri itu. Meski kelihatannya Pe'i malah jadi preman di kantin punya Mama Rika.

Entah kenapa, akhir-akhir ini Pe'i makin sering buat masalah tepatnya setelah Bang Jo jadi Ketua OSIS. Tepatnya setelah ketua OSIS cerdas itu minta pembagian hasil 10% dari Mama Rika dari keuntungannya buka kantin disekolah mereka. Ada saja masalah yang dibuat Pe'i untuk memancing kemarahan ketua OSIS itu meski ia tak berani menentang ketua OSIS secara langsung.

Setelah beberapa waktu menantikan peluang untuk membuat masalah dengan ketua OSIS, akhirnya Pe'i mendapat kesempatan untuk membuat masalah dengan adik sang ketua OSIS. Ahong sendiri dikenal oleh teman-temannya sebagai seorang pemimpin yang cerdas, jujur dan pekerja keras. keberadaannya malah membuat para cupu yang selama ini tidak peduli masalah sekolah mulai belajar untuk peduli.

Begitu banyak prestasi ditunjukkan oleh kelas yang dipimpinnya. Bagi kami sendiri dia adalah harapan untuk sekolah kami ke depan. Memimpin Sekolah Negeri keluar dari rangking buruk sebagai sekolah

Namun sang adik memiliki satu kelemahan yaitu lisannya, kelemahan ini sebenarnya menunjukkan kejujurannya sebagai seorang manusia. Tapi kelemahan inilah yang akhirnya membuatnya terjebak dalam masalah yang cukup besar yaitu "Penistaan orang tua Pe'i" orang baik dan terpandang di daerah itu.

Dalam sebuah acara tanpa sengaja sang adik mengeluarkan kata-kata yang dianggap menghina orang tua Pe'i. Tak terima dihina Pe'i mengundang Muin untuk berdemo guna meminta Ahong adik Ketua OSIS untuk dikeluarkan dari sekolah karena telah menghina orang tuanya.

Kali ini rumor tidak mengaitkan Pe'i dengan Mama Rika tapi dengan mantan ketua OSIS. Sang Mantan punya harapan bahwa dengan memanfaatkan Pe'i sang mantan bisa meloloskan pacarnya untuk menjadi the Next Ketua OSIS.

Hal yang seharusnya dapat diselesaikan dengan permintaan maaf seolah-olah tak terampunkan. Padahal yang nuntut sendiri punya jutaan kesalahan pula meski secara ajaib si Pe'i selalu bebas dari tuntutan pihak sekolah.

Melihat garangnya Pe'i hari ini saya sebagai guru pun mencoba menyelidiki dari murid-murid saya yang lain dan didapatlah informasi sumir bahwa Pe'i disuruh sama Mas Nono. Mantan murid sekolah kami sekaligus mantan ketua OSIS. Berita yang saya dapat dari sumber yang tak dapat dipercaya menyebutkan bahwa Mas Nono pingin pacarnya yang gantikan ketua OSIS.

Semua kekacauan ini terdengar oleh sang Mami, Ibu dari Ketua OSIS sekaligus ibu dari Ahong yang sekarang terkena masalah. Sang Ibu pun meminta sang ketua OSIS diminta untuk membantu adiknya yang kini diadukan kepada kepala sekolah terkait pelecehan sang adik pada nama baik Orang Tua mereka. Muin pedagang lapak liar di sekolah negeri itu pun menyatakan dukungannya pada Pe'i karena merasa kenal dengan Orang Tua Pe'i.

Ketua OSIS pun bertindak dengan sigap, Muin sang pelapak liar kini harus terima kenyataan bahwa sang ketua OSIS menginstruksikan seksi kerohanian untuk buka lapak guna menyaingi sang pelapak liar. Ketua OSIS pun membuat surat rekomendasi agar mbak Tini dan dan bang Poltak untuk bertindak tegas pada si Pe'i yang makin hari makin terlihat arogansinya.

Tapi entah kenapa mbak Tini dan bang Poltak kelihatan masih ragu meski sudah menyatakan komitmennya kepada ketua OSIS. Merasa di atas angin entah kenapa Pe'i malah menghembuskan isu bahwa dia juga mengincar kursi ketua OSIS.

Menurut tukangterawang, bagaimana saya sebagai guru dalam menyikapi hal ini? tentang tindak tanduk Pe'i yang meresahkan. Di lain sisi apa yang dilakukan Ahong juga dapat menimbulkan kerawanan mengingat orang tua Pe'i orang terpandang di tempat itu. Pada kasus ini apakah saya harus mengorbankan si Ahong adiknya? mohon saran dari tukangterawang.

Jawaban tukangterawang:

Upacara Bendera
Kisah anda cukup menarik untuk disimak, sebagai guru anda harus bijaksana dalam menentukan sikap. Jangan terlalu gegabah dalam menentukan kebijakan tapi jangan pula terlalu lambat sehingga terlihat bisa didikte.

Membaca cerita anda teringatlah saya pada sebuah kisah yang baru saja saya alami beberapa hari yang lalu. Saya memiliki masalah dengan rumput liar yang tumbuh di depan rumah saya. Bukan hanya terlihat mengganggu, rumput liar itu pun kerap digunakan oleh binatang peliharaan di komplek kami sebagai tempat untuk BAB. Jika sudah digunakan untuk toilet baunya cukup menggangu.

Saya pun akhirnya memutuskan untuk bertindak, dimulai dengan menebasnya sampai dengan memberinya racun rumput tetapi tetap saja rumput itu tak bisa mati, setelah sebulan rumput itu kembali tumbuh. Saya pun bingung harus berbuat seperti apa.

Dalam keadaan hampir pasrah akhirnya saya mulai belajar untuk menerima keberadaan rumput liar yang berada di halaman rumah kami. Saya tak lagi berusaha menghabisinya dengan memberinya racun rumput tetapi memotongya ketika terlihat agak tinggi. Dimana potongan rumputnya saya berikan kepada tetangga yang memiliki kambing atau sapi.

Setelah itu saya tidak lagi merasa bahwa rumput itu sebagai pengganggu dan mulai belajar menerima rumput itu apa adanya. Nah terkait si Pe'i, anda sendiri sudah berkali-kali melaporkan perbuatannya pada Poltak dan Tini dan jawaban mereka selalu sama bahwa Pe'i memang anak yang baik.

Mungkin ada baiknya anda menerima Si Pe'i apa adanya dan lebih fokus untuk menindak siapa saja yang menyuruhnya dalam hal ini mungkin tidak perlu dengan sikap yang konfrontatif tetapi lebih dengan persuasif. Terkait Mama Rika, ada baiknya diadakan dialog khusus agar Mama Rika tidak terlalu mendikte terkait anak asuhnya si Pe'i.

 Ingatkan dia bahwa kalau dia masih mau buka kantin jangan terlalu pelitlah membagi hasil kantin mengingat keuntungan yang dia telah dapatkan selama ini. Jika tidak anda juga bisa mengancamnya dengan memberi izin membuka kantin kepada Tante Lusia atau Paman Tungtung....hehehe...

Begitu pula dengan Mas Nono, katakan padanya jika inginkan kursi ketua OSIS sebaiknya tunggulah sampai pemilihan ketua OSIS berikutnya. Kalau Mas Nono terus-terusan memperalat Pe'i maka berikan pelajaran secukupnya agar Mas Nono tahu diri bahwa dia hanyalah sang mantan. Meskipun begitu ketegasan anda juga diperlukan jika Pe'i sudah bertindak keterlaluan untuk membuatnya memahami bahwa anda adalah pemegang kekuasaan tertinggi.

Pengibaran bendera
Terkait Ahong, jangan pernah mengorban harapan anda sendiri. Lihat bagaimana Ahong berhasil merebut hati para cupu yang selama ini tak perduli dengan keadaan sekolahnya. Jika Ahong anda korbankan saya khawatir anda tidak akan dapat menemukan siswa berbakat seperti dia. Lebih parah lagi tak ada lagi siswa bagus yang mau dipilih sebagai Ketua Kelas karena beresiko untuk dijebak.

Sebaiknya anda menyarankan kepada sang kakak yang juga ketua OSIS itu untuk membuat tindakan nyata dengan merangkul para ketua eskul dan beri pengertian kepada mereka tentang bagaimana hidup damai dalam sekolah negeri. Jika persuasi berhasil maka usahakan untuk membuktikan kepada siswa yang lain bahwa apa yang dituduhkan Pe'i itu tidak benar. Ingatlah apa yang tak dapat diselesaikan di medan perang sebenarnya dapat dengan mudah diselesaikan di meja makan.

Kucilkan Mas Nono jangan ditemui sampai dia menyadari perbuatannya.

Demikian saran dari saya tukangterawang, semoga saran saya bermanfaat. Ingatlah apa yang terlihat garang belum tentu seganas yang terlihat...so bijak-bijaklah memustuskan.

NB:Jika kisah ini mirip-mirip dengan suasana politik negeri ini, mohon maaf mungkin itu hanyalah kebetulan semata...hahahaha...
LihatTutupKomentar